8 Kasus Pembobolan
Delapan
perkara itu adalah :
Pertama, pembobolan kantor kas BRI
Tamini Square sebesar Rp 29 miliar, melibatkan supervisor bank berinisial AM
dan 4 tersangka lain. Modusnya membuka rekening atas nama tersangka lain,
kemudian mentransfer uang ke dalam rekening yang kemudian ditukar dalam bentuk
dolar.
Kedua, pemberian kredit dengan
dokumen dan jaminan fiktif pada Bank BII pada 31 Januari 2011. Tersangka
merupakan account officer BII di kantor cabang Pangeran Jayakarta. Total
kerugian Rp3,6 miliar.
Ketiga, pencairan deposito dan
nasabah tanpa sepengetahuan pemiliknya di Bank Mandiri. Modusnya memalsukan
tanda tangan di slip penarikan, kemudian ditransfer ke rekening tersangka.
Kasus yang dilaporkan 1 Februari 2011 dengan nilai kerugian Rp18 miliar. Polisi
menetapkan lima tersangka, Salah satunya costumer service.
Keempat, terjadi di Bank BNI,
dengan modus mengirimkan berita telex palsu. Isinya berupa perintah untuk
memindahkan slip surat keputusan membuka rekening peminjaman modal kerja.
Perkara ini melibatkan wakil pimpinan BNI di sebuah cabang Depok. Namun kasus
ini berhasil dicegah karena sistem bank berhasil menghentikan transaksi itu.
Kelima, pencairan deposito milik
nasabah oleh pengurus bank tanpa sepengetahuan pemiliknya di BPR Pundi Artha
Sejahtera. Pada saat jatuh tempo deposito itu tidak bisa dibayarkan. Kasus ini
melibatkan Direktur Utama BPR, dua komisaris, komisaris utama, dan marketing.
Keenam, terjadi pada Bank Danamon,
dengan modus menarik uang kas berulang-ulang dari kantor cabang pembantu Menara
Bank Danamon. Tersangka merupakan mantan teller Bank Danamon. Kasus yang
dilaporkan 9 Maret 2011, dengan nilai kerugian Rp1,9 miliar dan US$110 ribu.
Ketujuh, terjadi Panin Bank dengan
modus penggelapan dana nasabah yang dilakukan Kepala Operasi Panin Bank.
Kejahatan ini dilakukan Kepala Operasional Panin Bank Cabang Metro Sunter, MAW,
dengan kerugian Rp2,5 miliar.
Kedelapan, pembobolan yang dilakukan
mantan relationship manager Citigold Citibank, MD. MD menarik dana nasabah
tanpa sepengetahuan pemilik melalui slip penarikan kosong yang sudah
ditandatangani nasabah. Nilai kerugian sebesar Rp4,5 miliar.

0 komentar:
Posting Komentar