Rabu, 26 Juni 2013

Tukang parkir merangkap pembobol kartu ATM dibekuk polisi

AA (62), seorang pria yang berprofesi sebagai tukang parkir berhasil dibekuk Jajaran Unit Reskrim Polsek Pasar Minggu Jakarta Selatan pada sore kemarin. Ia ditangkap setelah menjadi buronan selama satu bulan karena tertangkap kamera CCTV sedang melancarkan aksinya membobol kartu ATM.

Menurut keterangan kepolisan, AA memang sudah diincar oleh petugas karena terbukti melakukan pembobolan kartu ATM milik korban bernama MM (55), warga Jl Bangka, Jakarta Selatan. Aksi jahatnya dilakukan Senin (18/6) di mesin ATM Alfa Mart, Kemang.

"Pelaku tertangkap kamera CCTV saat melancarkan aksinya," terang Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adri Desas Puryanto, Kamis di Jakarta, (26/7).

Adri menjelaskan modus operandi yang digunakan oleh tersangka AA ialah mengambil kartu ATM korban yang tertinggal dalam mesin ATM. Dengan bantuan temannya berinisial R, ia menguras uang dalam rekening korban sebesar Rp 10 juta lewat dua kali transaksi.

Pelaku berhasil menggasak uang dalam rekening korban karena nomor PIN diletakkan korban tepat di belakang kartu.

"Modusnya tersangka mengambil kartu ATM milik korban yang tertinggal di mesin ATM, lalu minta tolong pada temannya yang bernama R yang kini buron," jelasnya.

Akhirnya selama satu bulan polisi melakukan pengejaran, AA berhasil dibekuk saat sedang memarkirkan kendaraan di Jalan Benda, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, sore kemarin pada pukul 16.30 WIB.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita enam buah kartu ATM milik para korbannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kemudian digiring ke kantor Polisi. Sementara rekan pelaku berinisial R sedang diburu oleh anggota Buser Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Add to Cart More Info

5 Kasus pembobolan bank yang menghebohkan Indonesia


Semakin canggih teknologi, semakin terbuka pula peluang melakukan tindak kejahatan. Termasuk di sektor keuangan dan perbankan. Bagi dunia perbankan, kasus pembobolan bank adalah bagian dari risiko operasional bank.
"Jadi, tidak ada masalah dengan bank-bank itu, nah ini namanya risiko operasional bisa terjadi ya, kemudian ada risiko hukum yang perlu diselesaikan," tutur Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di gedung DPR, Senin (24/6).
Ada banyak kegiatan perbankan yang rentan terhadap tindak kejahatan. Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 atau Undang-undang Perbankan, ada 13 jenis tindak pidana perbankan.
Mulai dari pidana yang berkaitan dengan perizinan industri perbankan, tindak pidana yang berkaitan dengan rahasia bank, tindak pidana yang berkaitan dengan pengawasan dan pembinaan bank, yang berkaitan dengan usaha bank. Tindak pidana kejahatan perbankan yang paling ekstrem adalah perampokan bank hingga pengalihan rekening secara tidak sah.
Kejahatan perbankan pun kerap dilakukan melibatkan 'orang dalam'. Ini bisa terjadi lantaran lemahnya sistem pengawasan dan administrasi sebuah bank. Kasus-kasus kejahatan perbankan menjadi menarik diketahui. Sebab, yang paling dirugikan dari kejahatan perbankan adalah nasabah yang sudah percaya dan menyimpan dananya di bank.
Di dalam negeri, ada beberapa kasus kejahatan pembobolan bank yang cukup menarik perhatian dan menghebohkan. Merdeka.com mencoba mengumpulkan kasus-kasus pembobolan bank yang cukup menghebohkan dan menarik perhatian publik.
Add to Cart More Info

Topik Seputar Cyber Law dan Komponen Dari Cyberlaw






A.      Topik Seputar Cyber Law
   Secara garis besar ada lima topic dari cyberlaw di setiap negara yaitu:
  1. Information security, menyangkut masalah keotentikan pengirim atau penerima dan integritas dari pesan yang mengalir melalui internet. Dalam hal ini diatur masalah kerahasiaan dan keabsahan tanda tangan elektronik.
  2. On-line transaction, meliputi penawaran, jual-beli, pembayaran sampai pengiriman barang melalui internet.
  3. Right in electronic information, soal hak cipta dan hak-hak yang muncul bagi pengguna maupun penyedia content.
  4. Regulation information content, sejauh mana perangkat hukum mengatur content yang dialirkan melalui internet.
  5. Regulation on-line contact, tata karma dalam berkomunikasi dan berbisnis melalui internet termasuk perpajakan, retriksi eksport-import, kriminalitas dan yurisdiksi hukum.

D.           Komponen Dari  Cyberlaw
1.    Pertama, tentang yurisdiksi hukum dan aspek-aspek terkait; komponen ini menganalisa dan menentukan keberlakuan hukum yang berlaku dan diterapkan di dalam dunia maya itu.
2.    Kedua, tentang landasan penggunaan internet sebagai sarana untuk melakukan kebebasan berpendapat yang berhubungan dengan tanggung jawab pihak yang menyampaikan, aspek accountability, tangung jawab dalam memberikan jasa online dan penyedia jasa internet (internet provider), serta tanggung jawab hukum bagi penyedia jasa pendidikan melalui jaringan internet.
3.    Ketiga, tentang aspek hak milik intelektual dimana adanya aspek tentang  patent, merek dagang rahasia yang diterapkan serta berlaku di dalam dunia cyber.
4.    Keempat, tentang aspek kerahasiaan yang dijamin oleh ketentuan hukum yang berlaku di masing-masing yurisdiksi negara asal dari pihak yang mempergunakan atau memanfaatkan dunia maya sebagai bagian dari sistem atau mekanisme jasa yang mereka lakukan.
5.    Kelima, tentang aspek hukum yang menjamin keamanan dari setiap pengguna internet.
6.    Keenam, tentang ketentuan hukum yang memformulasikan aspek kepemilikan dalam internet sebagai bagian dari nilai investasi yang dapat dihitung sesuai dengan prinisip-prinsip keuangan atau akuntansi.
7.    Ketujuh, tentang aspek hukum yang memberikan legalisasi atas internet
8.    sebagai bagian dari perdagangan atau bisnis usaha.
Add to Cart More Info

Cara Cracker Membobol Internet Banking.



     Cara Cracker Membobol Internet Banking. 
Karena sedang marak pembobolan uang nasabah di bank, kali ini akan menjelaskan bagaimana seseorang meng-crack informasi di internet banking sehinggacracker mendapatkan data PIN dan saldo rekening korban. Berikut deskripsinya:
1.      Teknik Session Hijacking
Dengan session hijacking, cracker menempatkan system monitoring/spying terhadap pengetikan yang dilakukan pengguna pada PC yang digunakan oleh pengguna (user) untuk mengunjungi situs internet banking. Untuk mengatasi masalah ini pengguna sebaiknya menggunakan komputer yang benar-benar terjamin dan tidak digunakan oleh sembarang orang, misalnya komputer di rumah, kantor, dsb. Perhatikan gambar berikut tentang session hijacking


2.      Teknik Packet Sniffing
Pada teknik ini cracker melakukan monitoring atau penangkapan terhadap paket data yang ditransmisikan dari komputer user ke web server internet banking pada jaringan internet. Cracker yang melakukan teknik ini terkenal juga dengan istilah MITM (Man In The Middle). Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan enkripsi/penyandian paket data pada komputer client sebelum dikirimkan melalui media internet ke web server. Perhatikan gambar berikut tentang packet sniffing.

3.      Teknik DNS Spoofing
Pada teknik ini cracker berusaha membuat pengguna mengunjungi situs internet banking yang salah sehingga memberikan informasi rahasia kepada pihak yang tidak berhak. Untuk melakukan tehnik ini cracker umumnya membuat situs internet banking yang mirip namanya dengan nama server ecommerce asli. Misalnya www.klikbca.com merupakan situs yang asli, maka hacker akan membuat situs bernama www.klik_bca.com, www.klikbca.org, www.klik-bca.com, www.klikbca.co.id. Dengan demikian ketika pengguna membuka alamat yang salah, ia akan tetap menduga ia mengunjungsi situs klikbca yang benar.
Untuk mengatasi masalah tersebut di atas dapat dipecahkan dengan melengkapi Digital Certificates pada situs asli. Dengan demikian meskipun cracker dapat membuat nama yang sama namun tidak bisa melakukan pemalsuan digital certificate. Pengguna atau pengunjung situs dapat mengetahui bahwa situs itu asli atau tidak  dengan melihat ada tidaknya certificate pada situs tersebut menggunakan browser mereka. Disamping itu webserver eCommerce harus dilengkapi dengan firewall yang akan menyaring paket-paket data yang masuk sehingga terhindar dari seranganDenial Of Service (DoS). Perhatikan gambar berikut tentang DNS Spoofing
 

4.      Teknik Website Defacing
Pada teknik ini cracker melakukan serangan pada situs asli misalkan www.klikbca.com kemudian mengganti isi halaman pada server tersebut dengan miliknya. Dengan demikian pengunjung akan mengunjungi alamat dan server yang benar namun halaman yang dibuat cracker.
Untuk mengatasi masalah di atas server eCommerce perlu dikonfigurasi dengan baik agar tidak memiliki security hole dan harus dilengkapi firewall yang akan menyaring paket data yang dapat masuk ke situs tersebut. Perhatikan gambar berikut tentangwebsite defacing.

 
Add to Cart More Info