TaskGenies:
Automatically Providing Action Plans Helps People Complete Tasks
Penulis: Nicolas Kokkalis, Thomas Köhn, Johannes Huebner, Moontae Lee, Florian Schulze, Scott R. Klemmer.
Pengkaji:
Suhendi
ABSTRACT
People complete tasks more quickly when they have concrete
plans. However, they often fail to create such action plans. (How) can systems
provide these concrete steps automatically? This article demonstrates that
these benefits can also be realized when these plans are created by others or
reused from similar tasks. Four experiments test these approaches, finding that
people indeed complete more tasks when they receive externally-created action
plans. To automatically provide plans, we introduce the Genies workflow that
combines benefits of crowd wisdom, collaborative refinement, and automation. We
demonstrate and evaluate this approach through the TaskGenies system, and
introduce an NLP similarity algorithm for reusing plans. We demonstrate that it
is possible for people to create action plans for others, and we show that it
can be cost effective.
KAJIAN
Kebanyakan orang dapat menyelesaikan tugas lebih cepat ketika mereka
mempunyai rencana kerja yang konkrit dan jelas. Beberapa percobaan dan
penelitian menemukan bahwa kebanyakan orang yang ditugaskan untuk membuat
rencana kerja yang konkret akan menindaklanjuti tugas secara langsung lebih
sering dari pada mereka hanya diminta
merumuskan suatu teori tingkat tinggi. Maka dalam artikel ilmiah yang
berjudul “TaskGenies: Automatically Providing Action Plans Helps People Complete
Tasks” dipaparkan sejumlah metode-metode agar seseorang dapat membuat rencana kerja
konkrit mereka sendiri dengan bantuan sebuah sistem yaitu Genie dan dengan memanfaatkan
teknik Natural Language Processing (NLP).
Penulis artikel memperkenalkan teknik NLP untuk memanfaatkan
pengaruh banyak orang dalam menentukan sebuah rencana kerja. Sebuah penelitian
menemukan fakta bahwa kebanyakan orang akan mengerjakan rencana kerja yang
dibuat dan disetujui oleh kebanyakan orang dari pada mengerjakan rencana kerja
mereka sendiri. Maka untuk mengembangkan eksperimen tersebut dibuatlah sebuah
sistem yang disebut TaskGenie, dimana sistem ini memiliki fungsi yang
memanfaatkan pengaruh orang banyak, dan memungkinkan pembaruan rencana oleh
pengguna sistem. Dalam sistem TaskGenie berisi 21.000 rencana kerja yang sudah
dikumpulkan sebelumnya.
Menggunakan sistem TaskGenie memungkinkan pengguna mengelola
tugas-tugas mereka menggunakan antarmuka mobile dan web, dan membuat rencana
kerja untuk satu sama lain. Sistem ini dirancang berdasarkan hasil eksperimen. Berikut
ini adalah paparan bagaimana tugas dikelola oleh TaskGenie:
-
Terdapat beberapa
cara yang efektif untuk memasukkan tugas.
TaskGenie mempunyai tiga
cara untuk mengirimkan tugas untuk dimasukkan kealam sistem, pertama dengan
mengirimkan ke melalui email ke tasks@taskgenies.com,
kedua dengan mengunjungi
taskgenies.com/entry dan ketiga dengan mengunjungi my.taskgenies.com dan
mengisi daftar tugas yang akan dikerjana.
-
Menerima (rencana
baru atau rencana yang sudah ada) secara otomatis.
Pertama sistem akan
membandingkan tugas yang dimasukkan dengan tugas yang sudah ada sebelumnya,
jika tugas yang dimasukkan sudah ada maka tugas tidak akan dimasukkan ke sistem,
dan sistem tidak membuat rencana kerja baru. Jika tidak tugas yang sama maka
sistem akan membuat rencana kerja baru. Kemudian jika rencana kerja tersedia
maka sistem akan secara otomatis mengirimkan email berisi rencana kerja ke
pengguna sistem.
-
NLP
mengidentifikasi tugas yang sama dapat digunakan kembali oleh orang lain.
Dengan menciptakan Natural
Language Processing, sistem akan dapat mengidentifikasi tugas dan rencana kerja
yang dapat digunakan kembali oleh orang lain.
Dalam studi yang dilakukan oleh penulis dapat diketahui bahwa
partisipan yang cenderung mengerjakan rencana kerja berdasarkan hasil rencana
banyak orang, menyelesaikan tugas mereka secara lebih signifikan dibanding
mereka yang mempunyai rencana kerja sendiri, dan mereka yang tidak secara
eksplisit membuat rencana kerja sendiri. Selain itu hasil studi terhadap suatu
komunitas mengemukakan bahwa satu rencana kerja seseorang dapat membantu
melengkapi rencana kerja orang lain. Partisipan dalam sebuah komunitas
mengerjakan tugas lebih signifikan dibanding yang yang lain. Dalam studi
pertama dan kedua menemukan bukti bahwa tugas dari masing-masing orang dapat
membantu melengkapi tugas orang lain. Akan tetapi akan memungkinkan banyak
tugas yang sama, maka dari itu dibuatlah metode untuk menggunakan ulang rencana
kerja dan tugas yang sudah ada. Seseorang akan dapat menggunakan rencana kerja
yang sudah pernah dibuat oleh orang lain, jika tugas memang mirip dengan tugas
tersebut.
Namun jika membandingkan semua studi atau pendekatan diatas, dengan
hasil pendekatan menggunakan sistem Genie, seseorang akan dapat menyelesaikan
tugas jauh lebih signifikan. Studi ini dilakukan dengan merekrut
mahasiswa-mahasiswa untuk berperan sebagai partisipan. Dari hasil studi ini
ditemukan fakta bahwa tidak ada partisipan yang bisa membuat dua rencana untuk
tugas yang sama, tetapi mereka bisa membuat rencana kerja untuk lebih dari satu
tugas dalam alur kerja yang sama.
Kesimpulannya, dalam artikel ini menunjukkan bahwa menyediakan rencana
kerja secara otomatis dapat membantu seseorang menyelesaikan tugas lebih
banyak. Selain itu rencana kerja sangat dibutuhkan terlebih bagi seseorang yang
mempunyai jadwal yang padat, agar seseorang dapat lebih bisa mengatur waktu
mereka dan mempunyai rencana yang jelas apa yang akan dikerjakan selanjutnya.